PROTOKOL ISOLASI MANDIRI DAN PENJELASANNYA DITERAPKAN CEGAH PENYEBARAN COVID-19



Jepara - Anggota Ramil 07 Dim 0719/Jepara Babinsa Guyangan Serda Riyanto mendatangi warga yang baru pulang dari perantauan dan menghimbau agar melaksanakan Isolasi Mandiri sesuai anjuran pemerintah di Desa Guyangan Kecamatan Bangsri , rabu (15/4/2020).

Di Indonesia, khususnya Jepara jumlah pasien yang terinfeksi virus Corona Covid-19 terus bertambah. Agar tingkat penyebarannya tidak semakin parah, pemerintah menyarankan masyakarat untuk tetap berada di rumah dan menerapkan Isolasi Mandiri dengan memahami hal-hal yang tertuang pada artikel-artikel Protokol Isolasi Mandiri, terutama bagi warga yang baru pulang dari perantauan baik dengan mengalami gejala Covid-19 dan atau tidak dengan gejala Covid-19.

Protokol Isolasi Mandiri ini bertujuan untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Pasalnya, virus Corona Covid-19 mudah sekali menyebar dan menular ke orang lain, maka dari itu warga yang baru pulang dari perantauan harus bertanggung jawab dengan kesadaran sendiri untuk melakukan Isolasi Mandiri di rumah, setidaknya selama 14 hari.

Hal-hal yang perlu warga lakukan selama isolasi mandiri di rumah sesuai anjuran pemerintah :

1. Tidak beraktivitas di luar rumah. Apabila sedang dalam masa isolasi, warga tidak boleh keluar rumah atau pergi ke tempat-tempat umum walaupun untuk bekerja. Jika memungkinkan, bekerjalah dari rumah selama isolasi.

2. Hindari kontak dekat dengan orang yang tinggal serumah, disarankan untuk berada di kamar terpisah dan memiliki ventilasi serta pencahayaan yang baik.

3. Saat sedang berada dalam satu ruangan jaga jarak atau lakukan physical distancing minimal 1 meter, terutama dengan orang yang rentan terhadap Covid-19, seperti lansia, pemilik penyakit kronis, ibu hamil, dan hindari bicara berhadap-hadapan dengan orang lain lebih dari 15 menit.

4. Pakai masker meski di rumah, warga tetap disarankan untuk mengenakan masker, yaitu masker jenis surgical mask, guna mencegah penularan kepada keluarga atau orang yang berada dalam satu rumah.

5. Gunakan perlengkapan terpisah selama menjalani isolasi mandiri seperti piring, sendok, garpu, dan gelas dan perlengkapan mandi, seperti handuk dan sikat gigi dari penghuni rumah lainnya, sediakan tempat sampah atau kantung plastik khusus untuk membuang tisu yang warga gunakan untuk batuk, bersin, membersihkan mulut atau hidung serta rutin membersihkan permukaan benda yang sering disentuh, seperti wastafel, gagang pintu, atau telepon, dengan cairan disinfektan.

6. Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Cucilah tangan dengan air dan sabun secara rutin, minum banyak air, setidaknya 8 gelas sehari, konsumsi makanan yang bergizi serta berjemur dan melakukan olahraga ringan di bawah sinar matahari setiap pagi selama 15–30 menit agar tubuh warga lebih bugar dan sehat. Selain itu, warga dihimbau untuk tetap menjalin hubungan dengan anggota keluarga dan teman melalui telepon, video call, atau media sosial. Jangan sampai isolasi di rumah membuat warga merasa tersisih dan kesepian.

7. Hubungi rumah sakit
apabila di tengah masa isolasi muncul keluhan baru atau keluhan yang warga alami jadi memberat, misalnya demam tinggi disertai batuk terus-menerus dan sulit bernapas, segera hubungi rumah sakit atau hotline Covid-19 untuk mendapatkan perawatan.

Isolasi di rumah bisa menjadi hal yang berat bagi sebagian orang. Namun, cara sederhana ini efektif untuk melindungi warga, keluarga dan orang-orang di sekitarnya, bahkan seluruh masyarakat Indonesia dari Covid-19. Terlepas dari ada atau tidaknya gejala dan kontak dengan orang yang menderita atau dicurigai menderita Covid-19, setiap orang disarankan untuk tinggal di rumah dan membatasi aktivitas di luar rumah, terutama di tempat-tempat yang dikerumuni banyak orang, tandas Babinsa Guyangan Serda Riyanto.

0 komentar:

Posting Komentar