• This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

“Kini Tak Perlu Lagi Memutar”: Kesaksian Warga di Balik Hadirnya Jembatan Sungai Tuntang



Grobogan-Pagi itu, suasana di tepian Sungai Tuntang, Desa Ngombak, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, terasa berbeda. Warga dari Desa Ngombak dan Desa Kentengsari berkumpul menyaksikan sebuah momen yang telah lama mereka tunggu. Di hadapan mereka kini berdiri sebuah jembatan gantung yang kokoh, membentang di atas aliran Sungai Tuntang yang selama ini memisahkan kehidupan dua desa.

Bagi sebagian orang, jembatan sepanjang sekitar 80 meter itu mungkin hanya terlihat sebagai sarana penghubung biasa. Namun bagi warga di dua desa tersebut, jembatan itu adalah jawaban atas penantian panjang yang telah berlangsung puluhan tahun.

Sekretaris Desa Kentengsari, Wartoyo, mengaku masih sulit menyembunyikan rasa harunya ketika melihat jembatan itu akhirnya berdiri. Selama ini, Sungai Tuntang menjadi penghalang utama mobilitas warga, terutama ketika musim hujan tiba.

“Terima kasih telah dibangun jembatan ini. Warga sudah berpuluh-puluh tahun menunggu adanya jembatan ini,” kata Wartoyo dengan nada penuh syukur.

Ia mengenang bagaimana dahulu masyarakat harus berjuang untuk sekadar menyeberangi sungai. Warga pernah membuat rakit sederhana yang ditarik secara manual menggunakan tali dari dua sisi sungai. Namun cara itu tetap penuh risiko dan tidak selalu bisa digunakan.

Sebelumnya warga pernah memakai rakit yang ditarik manual untuk menyeberangi. Apabila arus sungai deras, rakit tidak bisa dipakai. Sekarang dengan adanya jembatan ini akses warga jadi jauh lebih mudah.

“Semoga bisa bermanfaat untuk masyarakat sekitar sini,” ungkap Wartoyo.

Cerita serupa disampaikan Daryanto warga Kentengsari, salah seorang warga yang telah lama tinggal di kawasan tersebut. Ia menuturkan bahwa sebelum jembatan dibangun, wilayah itu seperti terisolasi oleh Sungai Tuntang.

“Sudah berpuluh-puluh tahun daerah ini seperti terisolir. Dulu ada perahu penyeberangan manual, tapi sudah hanyut terbawa arus,” ungkapnya.

Akibat tidak adanya jembatan, warga yang ingin menuju Desa Ngombak atau sebaliknya harus memutar jauh melalui Kecamatan Kedungjati. Perjalanan yang sebenarnya dekat itu berubah menjadi rute panjang yang melelahkan.

Daryanto mengungkapkan bila lewat Kedungjati jaraknya bisa sampai sekitar 12 kilometer. Perjalanan bisa 20 menit lebih hanya untuk sampai ke Ngombak. Kini bisa ditempuh hanya sekitar 5 menit.

Kondisi tersebut juga dirasakan oleh anak-anak sekolah. Setiap hari mereka harus menempuh perjalanan lebih jauh karena tidak adanya jalur langsung yang menghubungkan dua desa.

“Sekarang anak-anak sekolah bisa lewat sini, tidak perlu mutar jauh lagi ke Kedungjati,” lanjutnya.

Keberadaan jembatan tersebut kini menjadi harapan baru bagi masyarakat. Selain memudahkan akses pendidikan, jembatan juga mempercepat aktivitas para petani yang selama ini harus memutar jauh untuk menuju lahan pertanian mereka.

Program pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari Program Jembatan Garuda yang digagas TNI Angkatan Darat untuk membantu membuka akses wilayah yang terisolasi. Di wilayah Kodam IV/Diponegoro, program tersebut diwujudkan melalui pembangunan 39 jembatan yang tersebar di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dari jumlah tersebut, 13 jembatan telah selesai dibangun, sementara 26 jembatan lainnya masih dalam proses pengerjaan oleh prajurit TNI bersama masyarakat. Pembangunan jembatan tersebut terdiri dari 20 jembatan Armco, 17 jembatan gantung, serta dua jembatan Bailey di berbagai wilayah Kodim jajaran Kodam IV/Diponegoro.

Launching program pembangunan Jembatan Garuda dilaksanakan secara serentak oleh Kasad di berbagai daerah. Di wilayah Kodam IV/Diponegoro, kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han. dari lokasi Jembatan Gantung Sungai Tuntang di Desa Ngombak.

Kini, jembatan yang menghubungkan Desa Ngombak dan Desa Kentengsari itu tidak hanya memperpendek jarak, tetapi juga membuka peluang baru bagi kehidupan masyarakat. Sedikitnya 1.073 kepala keluarga atau sekitar 6.418 jiwa kini merasakan manfaat dari hadirnya akses penghubung tersebut.

Bagi warga, jembatan itu bukan sekadar bangunan yang melintang di atas sungai. Ia adalah jalan baru menuju sekolah, ladang, pasar, dan masa depan yang lebih baik—sebuah penghubung harapan yang akhirnya hadir setelah penantian panjang selama puluhan tahun. (Pendam IV/Diponegoro)

Babinsa Desa Sindangsari Serma Adi Purwanto Gelar Tarawih Keliling untuk Pererat Silaturahmi

 


JEPARA – Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan positif, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Sindangsari, Serma Adi Purwanto, melaksanakan kegiatan “Tarawih Keliling” (Tarling) di wilayah binaannya. Kali ini, kegiatan dipusatkan di Masjid Darussalam Dk. Bumirejo Ds. Watuaji Kec.Keling Kab.Jepara ini bertujuan untuk meningkatkan kedekatan antara TNI dan masyarakat setempat melalui jalur ibadah, Senin (09/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diawali dengan salat Isya berjamaah yang dilanjutkan dengan salat Tarawih bersama warga. Kehadiran Serma Adi Purwanto di tengah-tengah saf makmum memberikan rasa aman dan nyaman bagi jemaah yang hadir. Selain menjalankan kewajiban ibadah, momen ini dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi sosial (Komsos) untuk memantau situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di tingkat lingkungan selama bulan puasa.

Selain menjaga keamanan, kegiatan Tarawih keliling ini merupakan instruksi langsung dari komando atas, dalam hal ini Kodim 0719/Jepara, agar setiap Babinsa selalu hadir dalam setiap lini kehidupan masyarakat. Dengan berbaur langsung, diharapkan terjalin kemanunggalan TNI-Rakyat yang semakin kuat. Warga menyambut baik kehadiran Babinsa, karena selain sosok penegak disiplin, mereka juga melihat sisi religius dan humanis dari prajurit TNI di desa mereka.

Di sela-sela kegiatannya, Serma Adi Purwanto memberikan pendapatnya mengenai pentingnya kegiatan ini, “Kegiatan Tarawih keliling ini bukan sekadar rutinitas ibadah, namun merupakan jembatan hati antara kami sebagai Babinsa dengan seluruh warga. Melalui salat berjamaah ini, kami bisa mendengar langsung aspirasi masyarakat sambil memastikan lingkungan tetap kondusif selama Ramadan. Saya pribadi merasa bangga bisa diterima dengan hangat oleh jamaah Masjid Darussalam Dk. Bumirejo Ds. Watuaji; kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan utama kami dalam menjaga keutuhan wilayah.” Pungkasnya.

TNI Perkuat Respons Penanggulangan Bencana, Pastikan Penanganan Dampak Erupsi Semeru Berjalan Cepat dan Terkoordinasi

  




LUMAJANG, tniad.mil.id — Upaya penanggulangan dampak erupsi Gunung Semeru di Kecamatan Pronojiwo terus diperkuat melalui langkah cepat dan terkoordinasi antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait. TNI AD melalui jajaran Korem 083/Baladhika Jaya bersama Kodam V/Brawijaya turun langsung ke lapangan untuk memastikan penanganan darurat berjalan efektif, aman, dan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak, Sabtu (22/11/2025).

Peninjauan dimulai dari SDN 04 Supiturang, yang menjadi salah satu titik utama pengungsian warga. Di lokasi ini, unsur TNI bersama instansi lainnya memastikan ketersediaan layanan kesehatan, logistik harian, perlindungan kelompok rentan, serta kesiapan fasilitas pengungsian. Personel di lapangan juga membantu pengamanan wilayah sekitar, mobilitas warga, dan penataan jalur evakuasi.

Sebagai bentuk dukungan kemanusiaan, disalurkan 19 item bantuan kemanusiaan, mulai dari selimut, kebutuhan balita, pakaian anak, perlengkapan mandi, hingga sembako dan kebutuhan dasar lainnya. Bantuan ini ditujukan untuk memastikan para pengungsi mendapatkan pemenuhan kebutuhan awal selama proses darurat berlangsung.

Selain mengecek lokasi pengungsian, rombongan juga meninjau wilayah terdampak di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, salah satu kawasan dengan paparan material vulkanik paling berat. Kondisi rumah warga, sebaran material erupsi, kondisi jalur evakuasi, serta infrastruktur dasar menjadi fokus utama asesmen lapangan, sebagai dasar penguatan penanganan pasca-bencana oleh seluruh pemangku kepentingan.



“TNI akan selalu hadir untuk rakyat, terutama dalam kondisi darurat seperti ini. Sejak erupsi terjadi, kami langsung bergerak membantu evakuasi, pengamanan jalur, dan memastikan bantuan sampai ke masyarakat,” ujar Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Kohir.

Jajaran TNI juga menegaskan bahwa penanganan bencana membutuhkan tindakan cepat, terukur, dan penuh empati. Keselamatan warga, kelancaran distribusi bantuan, serta stabilitas wilayah menjadi fokus utama di lapangan. Unsur prajurit terus disiagakan mengingat dinamika aktivitas Gunung Semeru yang masih berada pada tingkat kewaspadaan tinggi.

Sinergi menjadi salah satu kunci utama keberhasilan penanganan. TNI bekerja berdampingan dengan BPBD, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan berbagai elemen masyarakat untuk mempercepat pemulihan dan memastikan setiap langkah penanganan bencana dijalankan secara aman dan manusiawi.

Dengan kerja terkoordinasi dan dukungan penuh di lapangan, upaya penanggulangan dampak erupsi Semeru diharapkan dapat berlangsung cepat, tepat, dan memberikan perlindungan terbaik bagi masyarakat Lumajang. (Dispenad)




Dorong Swasembada Pangan Nasional, Kasad Resmikan Pompa Hidram di Banyumas




Jepara, tniad.mil.id – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., meresmikan instalasi pompa hidram di Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (13/11/2025). Program ini menjadi bagian dari upaya TNI Angkatan Darat dalam mendukung ketersediaan air pertanian guna mewujudkan swasembada pangan nasional.


Peresmian bertema “TNI AD Manunggal Air Pertanian Dalam Rangka Mewujudkan Swasembada Pangan Nasional” ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Kasad bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, S.H., S.St., M.K., sebagai simbol dimulainya operasional pompa hidram yang dibangun untuk membantu para petani di wilayah tersebut.


“Sebetulnya peresmian ini merupakan rasa syukur karena program pengairan persawahan di Kecamatan Rawalo ini berjalan dengan baik. Sampai sekarang sudah ada sekitar 1.004 hektare yang bisa diairi, sehingga masyarakat bisa dua kali bahkan tiga kali tanam dalam setahun,” ungkap Kasad di hadapan awak media.


Kasad menambahkan bahwa program ini akan terus dikembangkan secara berkelanjutan melalui sinergi antara TNI AD dan pemerintah daerah. Ia menyebut telah berdiskusi dengan Gubernur Jawa Tengah untuk memperluas program serupa di wilayah lain sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan dan program prioritas Presiden.


“Ke depan kami akan terus memberikan dukungan dan memperluas program seperti ini, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan pasokan air bagi pertanian. Ini bagian dari kontribusi nyata TNI AD untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Kasad.


Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasinya atas kontribusi TNI AD dalam membantu pemerintah daerah mengatasi persoalan kekeringan dan ketersediaan air di sektor pertanian. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan jajaran TNI AD, khususnya satuan teritorial, menjadi faktor penting dalam mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah.


“Dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah, kehadiran Kasad dan TNI AD sangat kami butuhkan. Hal ini sudah ditindaklanjuti oleh jajaran teritorial seperti Kodim dan Koramil untuk membantu kegiatan di wilayah-wilayah yang kekurangan air. Momen ini sangat luar biasa bagi kami,” ujar Gubernur Ahmad Luthfi.


Selain meresmikan Pompa Hidram di Rawalo, Kasad juga berdialog langsung dengan para penerima manfaat program Manunggal Air serta menyapa perwakilan dari berbagai daerah melalui video conference. Dalam kesempatan tersebut, Kasad turut menerima penjelasan terkait Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) TNI AD yang berperan dalam mendukung program Makan Bergizi (MBG).


Kegiatan Kasad di Banyumas ini juga menjadi bagian dari rangkaian agendanya untuk memimpin Apel Komandan Satuan Komando Kewilayahan (Dansatkowil) Terpusat Tahun 2025 di wilayah Kodam IV/Diponegoro. (Dispenad)

Upacara Penutupan TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2025 di Desa Kendeng Sidialit, Komandan Kodim 0719/Jepara Pimpin Upacara Suksesnya Program Pembangunan

 


 Jepara– Upacara penutupan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2025 digelar di Desa Kendeng Sidialit, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, pada Rabu, 20 Maret 2025. Dalam acara tersebut, Komandan Kodim 0719/Jepara, Letkol Arm Khoirul Cahyadi, S.E., bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup). TMMD kali ini mengusung tema “Dharma Bhakti TMMD Mewujudkan Percepatan Pembangunan Di Wilayah.”

Program TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2025 berhasil menyelesaikan berbagai kegiatan fisik yang signifikan bagi masyarakat Desa Kendeng Sidialit. Di antaranya adalah renovasi 3 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan betonisasi jalan tani yang sangat bermanfaat untuk menunjang kegiatan pertanian dan mobilitas warga. Kegiatan ini melibatkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup.

Letkol Arm Khoirul Cahyadi. S. E., dalam amanatnya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam suksesnya pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2025. “Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota Satgas TMMD, masyarakat Desa Kendeng Sidialit, serta instansi terkait atas kerja sama yang luar biasa dalam menjalankan program TMMD ini. Dengan semangat gotong royong, kita dapat menyelesaikan berbagai pekerjaan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam peningkatan kualitas infrastruktur dan tempat tinggal,” ujar Letkol Arm Khoirul Cahyadi. S. E.

Lebih lanjut, Komandan Kodim juga menekankan pentingnya keberlanjutan hasil dari program TMMD, seperti pemeliharaan jalan tani yang telah dibetonisasi, agar dapat terus digunakan dengan baik oleh petani untuk mendukung kelancaran aktivitas pertanian mereka. Begitu juga dengan renovasi rumah yang diharapkan memberikan kenyamanan dan layak huni bagi keluarga yang menerima bantuan.

Upacara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tamu undangan, antara lain Bupati Jepara yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Bapak Moh Khasin, S.H., M.H., Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso, S.H., S.I.K., M.H. yang diwakili oleh Kabag Ops Kompol Sutono, Ketua PN Jepara Erven Langgeng Kaseh, SH., M.H. yang diwakili oleh Bapak Dimas Arman Adi Suyatno, S.E., serta Kajati Jepara yang diwakili oleh Kasi PAPBB Bapak Dimas.

Selain itu, hadir pula para pimpinan OPD Kabupaten Jepara, Forkopincam Welahan, kepala desa se-Kecamatan Welahan, Toga, Tomas, serta masyarakat setempat yang turut menyaksikan jalannya upacara.

Dalam upacara tersebut, Bupati Jepara yang diwakili Oleh staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Moh Khasin menyampaikan apresiasi tinggi terhadap program TMMD yang sudah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Desa Kendeng Sidialit. “Program TMMD ini telah berhasil mewujudkan pembangunan yang signifikan di desa ini. Kami berharap, hasil dari program ini dapat terus dipelihara dan dimanfaatkan dengan baik oleh warga,” ujar beliau.

Selain kegiatan fisik, TMMD juga melibatkan program non-fisik, yang mencakup penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya kesehatan, pendidikan, dan wawasan kebangsaan, yang bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik dan sejahtera.

Dengan berakhirnya TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2025 di Desa Kendeng Sidialit, pemerintah daerah bersama TNI dan masyarakat berharap agar program ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif yang lebih luas di wilayah Kabupaten Jepara.

Dandim 0719/Jepara Serahkan Bantuan Perdana Program “Dompet Peduli Kodim 0719/Jepara” di Desa Keling




Jepara – Penyerahan bantuan Perdana Program sosial Dompet Peduli Kodim 0719/Jepara di serahkan secara langsung oleh Dandim 0719/Jepara Letkol Arm Khoirul Cahyadi, S.E,. di rumah penerima  yang bertempat di dusun Anyar RT 01 RW 08 Desa Keling kecamatan Keling Kabupaten Jepara. Selasa 21/01/202

Dandim 0719/Jepara Letkol ArmKhoirul Cahyadi, S.E,. menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen Kodim 0719/Jepara untuk turut membantu masyarakat yang membutuhkan melalui program ‘’Dompet Peduli Kodim 0719/Jepara’’ yang dananya sumbangan sukarela anggota Kodim.“Bantuan ini di berikan  bentuk kepedulian kami terhadap sesama. Dan bantuan ini dapat meringankan beban  Bapak Sahli dan keluarga,” ujar Dandim 

Sebagai Penerima  Perdana program Dompet Peduli Kodim 0719/Jepara Pak Sahli menyampaikan Kami Seorang duda yang bekerja Marbot Masjid dengan dua anak. Anak kami menderita gangguan jiwa (ODGJ), sementara anak kedua masih berusia 12 tahun dan duduk di bangku kelas 7 SMP.“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan Dari Kodim 0719/Jepara  Semoga bantuan yang diberikan ini dapat meringankan beban kami serta  keluarga,” ujar Sahli

Penyerahan bantuan Perdana ini awal program Dompet Peduli Kodim 0719/Jepara  dapat berkembang dan menjangkau banyak masyarakat yang membutuhkan . Dengan adanya bantuan sosial seperti ini, Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana terwujud kemanunggalan antara TNI dan rakyat khususnya di wilayah Jepara. Tutup Dandim(Pendim0719)

Dandim 0719/Jepara Hadiri Rapat Koordinasi Swasembada Pangan di Kantor Gubernur Jawa Tengah



Semarang – Komandan Kodim (Dandim) 0719/Jepara, Letkol Arm Khoirul Cahyadi, S.E., menghadiri rapat koordinasi bersama Kementerian Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) Ketahanan Pangan di Gedung Ghardika Bhakti Praja, Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, pada Kamis (16/1).  

Rapat yang dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah daerah, TNI, dan instansi terkait ini membahas langkah strategis dalam mendukung pencapaian swasembada pangan di Provinsi Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah membuka rapat dengan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan.  

Dalam rapat tersebut, Letkol Arm Khoirul Cahyadi.S.E, menyampaikan dukungan penuh dari Kodim 0719/Jepara terhadap program-program pemerintah, terutama di bidang pertanian dan ketahanan pangan. Ia juga menyoroti pentingnya peran TNI dalam membantu masyarakat petani di wilayahnya untuk meningkatkan hasil produksi pangan.  

“Kami di Kodim 0719/Jepara siap mendukung segala upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. Selain itu, kami juga berkomitmen untuk terus mendampingi para petani, memberikan edukasi, dan mendorong inovasi di sektor pertanian,” ujar Dandim.  

Dirjen Ketahanan Pangan menyampaikan bahwa pencapaian swasembada pangan memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Optimalisasi lahan pertanian, penggunaan teknologi modern, serta pendampingan terhadap petani menjadi kunci keberhasilan program ini.  

Dandim 0719/Jepara juga mengungkapkan bahwa pihaknya terus berupaya memaksimalkan potensi pertanian di Jepara melalui program pendampingan dan sinergi dengan dinas terkait. Hal ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pangan yang mencukupi, tidak hanya untuk Jepara tetapi juga untuk mendukung kebutuhan pangan di tingkat provinsi.  

Rapat koordinasi ini menghasilkan beberapa kesepakatan strategis, termasuk peningkatan pengelolaan lahan pertanian, distribusi pupuk, dan pendampingan intensif kepada petani. Pj. Gubernur Jawa Tengah mengapresiasi partisipasi aktif dari TNI, khususnya jajaran Kodim, dalam mendukung program ketahanan pangan di daerah masing-masing.  

“Kami yakin dengan sinergi yang terjalin baik antara pemerintah, TNI, dan masyarakat, swasembada pangan di Jawa Tengah dapat tercapai sesuai target. Dukungan dari TNI sangat membantu dalam pendampingan langsung kepada petani di lapangan,” ujar Gubernur.  

Kehadiran Dandim 0719/Jepara dalam rapat ini menunjukkan komitmen kuat TNI dalam mendukung program pemerintah di sektor pangan, sekaligus memperkuat sinergi antara instansi pusat dan daerah untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

RAPAT PENCEGAHAN DAN PENANGANAN PENYAKIT MULUT DAN KUKU (PMK) PADA HEWAN TERNAK

 



Jepara – Pasiter Kodim 0719/Jepara, Kapten Inf Ngadino, mewakili Komandan Kodim (Dandim) 0719/Jepara, Letkol Arm Khoirul Cahyadi, S.E., menghadiri rapat koordinasi penanggulangan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di Aula DKPP Kabupaten Jepara, Kamis (16/01/2025). 

Rapat ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan dari instansi pemerintah, peternak, dan stakeholder lainnya, guna membahas langkah strategis dalam menangani penyebaran PMK yang berpotensi mengancam sektor peternakan di Jepara.

Potensi kerugian ekonomi yang ditimbulkan oleh PMK ini tidak hanya pada peternak yang mengalami penurunan produktivitas hingga kehilangan hasil, akan tetapi kerugian secara nasional. Mengingat besarnya potensi kerugian ekonomi yang dapat ditimbulkan oleh merebaknya PMK ini, maka sangat perlu upaya edukasi kepada masyarakat tentang upaya pencegahan dan penanganannya secara cepat.

Dandim 0719/Jepara Letkol Arm Khoirul Cahyadi.S.E melalui  Kapten Inf Ngadino dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Kodim 0719/Jepara siap bersinergi dengan DKPP dan akan berupaya mendukung penuh segala yang dilakukan pemerintah daerah dalam mengatasi PMK, baik melalui edukasi kepada masyarakat maupun melalui langkah teknis di lapangan. Kami juga siap membantu dalam memberikan pendampingan kepada peternak,” ujar Kapten Inf Ngadino. 

Dalam rapat tersebut, DKPP Kabupaten Jepara memaparkan situasi terkini terkait penyebaran PMK di wilayah Jepara. Mereka juga menyampaikan rencana strategis yang meliputi: 

Vaksinasi Massal untuk ternak yang rentan terinfeksi PMK, sosialisasi kepada peternak mengenai cara pencegahan dan penanganan PMK, peningkatan pengawasan terhadap lalu lintas hewan ternak di wilayah Jepara, kerjasama lintas sektor untuk mempercepat penanganan dan mengurangi dampak PMK. 

Kepala DKPP Kabupaten Jepara menekankan pentingnya kerja sama semua pihak, termasuk TNI khususnya Kodim 0719/Jepara, untuk memastikan langkah penanggulangan berjalan efektif.   

Kapten Inf Ngadino juga menambahkan bahwa Kodim akan terus aktif dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat, khususnya para peternak, agar mereka dapat memahami langkah-langkah pencegahan dan penanganan PMK. 

“Kami ingin memastikan para peternak tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga merasa didukung oleh semua pihak, termasuk TNI. Dengan sinergi yang baik, kami optimis PMK dapat diatasi dengan efektif,” tambahnya. 

Rapat ini menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat koordinasi antar instansi dan meningkatkan edukasi kepada masyarakat. DKPP juga berencana untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi dan pengawasan ketat terhadap hewan ternak yang keluar-masuk wilayah Jepara. (Pendim0719)

Peduli Warga, Sertu Nanang Julianto Babinsa Koramil 08/Keling Evakuasi Bapak Abdullah Penderita Stroke di Desa Bumiharjo



JEPARA – Babinsa Desa Bumiharjo Koramil 08/Keling Kodim 0719/jepara Sertu Nanang Julianto bersama Petinggi Desa Bumiharjo dan petugas Dinas Kesehatan Puskesmas Keling II dan Bidan Desa Bumiharjo Ibu Hanik Maria melaksanakan giat Mengunjungi  Bpk. Abdullah yang menderita sakit stroke,.

Mendengar ada warga binaannya menderita sakit stroke, Babinsa Koramil 08/Keling segera berikan bantuan dan mengajak Kepala Desa dan Petugas Dinas Kesehatan  untuk evakuasi dan Sertu Nanang Julianto berkoordinasi kepada pihak Kecamatan Keling,  khususnya Camat Keling Bpk. Lulut untuk pembuatan KTP agar lebih mudah untuk melaksanakan pengobatan dan bantuan di Dinas Sosial. 

Hal tersebut disampaikan Komandan Kodim (Dandim) 0719/Jepara, Letkol Arm Khoirul Cahyadi, S.E., saat diwawancarai oleh media Kodim 0719/Jepara, Selasa 31/12/2024 

Dandim menjelaskan, evakuasi terhadap Bapak Abdullah  warga Desa Bumiharjo Kecamatan Keling yang dilakukan Sertu Nanang Julianto merupakan suatu upaya untuk mengatasi kesulitan warga di desa binaannya. 

 “Hal ini sudah menjadi kewajiban bagi setiap prajurit khususnya Babinsa untuk senantiasa peduli terhadap berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan masyarakat binaannya,” terang Dandim

Evakuasi dilakukan agar mendapatkan pengobatan dan mendapatkan bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Jepara. Sementara itu dari pihak keluarga Bapak Abdullah mengucapkan banyak terima kasih kepada Babinsa Sertu Nanang Julianto yang telah bersedia membantu evakuasi. (Pendim0719)

DANRAMIL 07/BANGSRI KODIM 0719/JEPARA HADIRI ACARA PELANTIKAN MUTASI JABATAN DESA JINGGOTAN KEC. BANGSRI KAB. JEPARA



 JEPARA – Danramil 07/Bangsri Kapten Sumidi bersama jajaran Forkopimcam menghadiri kegiatan pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan mutasi jabatan perangkat Desa Jinggotan bertempat di Pendopo Desa Jinggotan Kecamatan Bangsri Kab. Jepara, Kamis (12/12/2024)

Dalam kesempatan tersebut Danramil mengatakan, bahwa pelaksanaan kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah mutasi jabatan bagi perangkat desa ini untuk memenuhi ruang jabatan yang kosong.

“Dalam sebuah institusi, mutasi jabatan merupakan hal yang wajar untuk memenuhi ruang jabatan yang kosong,” terangnya”.

Dalam kesempatan tersebut, Danramil juga mengucapkan selamat kepada para perangkat desa yang menempati jabatan baru. “Semoga dengan adanya mutasi jabatan ini, dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sesuai tupoksi serta undang – undang yang berlaku,” imbuhnya”.

Lebih lanjut Danramil mengingatkan bahwa menjadi perangkat desa adalah pelayan masyarakat, untuk itu layani masyarakat sebaik mungkin.  “Bantu masyarakat yang membutuhkan khususnya dalam hal administrasi dan mudahkan urusan rakyat.” tandasnya.

Adapun mutasi jabatan perangkat Desa Jinggotan yang dilantik hari ini adalah Ratih Kumala Dewi, Jabatan Lama Kaur Keuangan Jabatan Baru Kasi Pelayanan., Abu Suton Jabatan Lama Kamituwo Segawe, Jabatan Baru Kasi Kesjahteraan, Andrian Himawan, Jabatan Lama Kamituwo Jinggotan, Jabatan Baru Kaur Keuangan, Rifa'i Jabatan Lama Kasi Pelayanan, Jabatan Baru Kamituwo Jinggotan, Suwarno Jabatan Lama Kasi Perencanaan, Jabatan Baru kamituwo Segembul, Siswoyo Jabatan Lama Kasi Kesejahteraan, Jabatan Baru Kamituwo Tretes, Mahmudi Jabatan Lama Staf Kasi Pelayanan, Jabatan Baru Kamituto Segawe.

Turut hadir dalam acara tersebut Camat Plt. Camat Kembang, Ahmad Widiyanto, SE., M.M,, Danramil 07/Bangsri, Kapten Inf Sumidi, Kapolsek Kembang, Iptu Heru Setyawan, SH, Petinggi desa Jinggotan, bapak Sholikin, Ketua BPD desa Jinggotan, bapak M. Rifan, Perangkat desa Jinggotan, Rohaniawan Islam, bapak H. M. Syaifuddin, Rohaniawan Kristen, Pdt. Rona, dan tamu undangan lainnya (Pendim0719).

Selalu Ada Di Tengah-Tengah Masyarakat, Babinsa Dampingi Warga Pembuatan Akta Kelahiran


 JEPARA – Dalam rangka Hari Juang TNI AD ke 79 Tahun serta upaya meningkatkan pentingnya administrasi masyarakat Kodim 0719/Jepara melaksanakan kegiatan pendampingan warga dalam pembuatan Akta Kelahiran di Disdukcapil Kabupaten Jepara, Kamis 12/12/2024.

Kegiatan dan program inovatif Kodim 0719/Jepara lainnya seperti pendampingan pembuatan Akta kelahiran ini merupakan perintah langsung dari Komandan Kodim 0719/Jepara Letkol Arm Khoirul Cahyadi, S.E., yang di tekankan kepada Danramil se Jajaran Kodim 0719/Jepara, bahwa pentingnya administrasi di era zaman seperti sekarang  ini.

Dalam penyampaian Komandan Kodim 0719/Jepara Letkol Arm Khoirul Cahyadi, S.E., kegiatan pendampingan dalam pembuatan akta kelahiran harus tetap dijalankan dan berjalan, tidak hanya momentum seperti ini saja, kita harus selalu terbuka dan hadir di tengah tengah masyarakat di saat masyarakat membutuhkan kita.

Sebagai sosok Babinsa yang selalu bersinggungan dengan masyarakat atau warga binaan kita harus selalu hadir ditengah tengah masyarakat, dan membantu kesulitan rakyat di sekeliling kita, ujar Dandim

“ Kegiatan ini adalah salah satu wujud tanggung jawab kami sebagai Babinsa atas kinerja kami di wilayah desa binaan. Dan Alhamdulillah masyarakat benar benar sangat terbantu dan sangat antusias, “ terang Babinsa.  

Keberadaan Babinsa sendiri merupakan upaya pengamanan dan pendampingan terhadap warganya saat melakukan kegiatan tersebut, Babinsa harus selalu ada di tengah-tengah masyarakatnya, karena hal itu sudah menjadi salah satu tanggungjawab sebagai apkowil, Pungkas Babinsa