Jepara – Unit
Pelaksana Kegiatan (UPK) Badan Kerjasama Antar Desa (BKD) Mayong membagikan
3.350 paket sembako dan masker dalam launching penyaluran bantuan dampak
Covid-19. Paket sembako dan masker ini berasal dari Dana Sosial Surplus UPK BKAD Kecamatan Mayong tahun
anggaran 2019.
Camat Mayong Rini
Patmini, AP sekaligus sebagai ketua tim Satgas Peningkatan Kewaspadaan Covid-19
Kecamatan Mayong memimpin langsung acara yang digelar di pendopo kecamatan ini.
Senin (4/5/2020).
Bantuan ini dalam
rangka ikut meringankan beban masyarakat kecamatan Mayong khususnya pemanfaat
Simpan Pinjam kelompok Perempuan (SPP) UPK Mayong akibat adanya pandemic
Covid-19.
Hadir juga dalam
acara tersebut Danramil 05/Mayong Kapten Inf Nur Khamid, Kapolsek Mayong yang
di wakili Aiptu Minan Zuhri, 18 Petinggi se-Kecamatan Mayong, Kelembagaan UPK
BKAD Kecamatan Mayong, dan perwakilan penerima bantuan dari kelompok SPP desa
Pelemkerep yaitu PKK RT 06/4 sebanyak 3 orang.
Ketua UPK Mayong,
Badruddin mengatakan, di hari pertama ini akan disalurkan ke 6 desa sebanyak
1.381 paket pada 100 kelompok, kemudian di hari kedua akan disalurkan 12 desa
sebanyak 2.097 paket sembako pada 157 kelompok.
Lebih lanjut, ia
menjelaskan bahwa UPK Mayong mulai membagi surplus Dansos sejak tahun 2010
sebesar 32,25 juta. Sampai dengan tahun anggaran 2019 ini Dansos sudah mencapai
190 juta, dengan total Komulatif 1,36 miliar.
“Dana Sosial ini
merupakan alokasi 15 persen dari Sisa Hasil Usaha (SHU) UPK selama 1 periode
tutup buku dalam kegiatan perguliran Simpan Pinjam kelompok Perempuan (SPP),”
jelasnya.
Menurutnya, Dansos
ini diberikan kepada rumah tangga miskin setiap tahun sesuai dengan alokasi
yang tersedia dengan bentuk berbagai jenis bantuan berupa alat kerja, hewan
ternak kambing, rehab rumah, kursus, dan lain lain. Dengan jumlah sasaran
mencapai 1.000 KK.
“Namun pada tahun
ini berbeda. Ditengah pandemi Covid-19 Dansos di berikan kepada masyarakat
pemanfaat SPP berupa paket sembako dan masker sebanyak 3.350 paket,” imbuhnya.
UPK Mayong sendiri
berdiri sejak tahun 2007. Sampai dengan program PNPM berakhir pada tahun 2015
sudah memiliki Asset Micrifinance sebesar 2,5 miliar yang dikembangkan pada
tahun 2020 menjadi 10,5 miliar dengan 319 kelompok dengan jumlah pemanfaat
3.494 orang.

0 komentar:
Posting Komentar