Jepara - Tradisi sedekah
bumi ini, merupakan salah satu bentuk ritual tradisional masyarakat di pulau
jawa yang sudah berlangsung secara turun-temurun dari nenek moyang terdahulu.
Ritual sedekah bumi ini biasanya dilakukan
oleh mereka pada masyarakat jawa yang berprofesi sebagai petani, nelayan yang
menggantungkan hidup keluarga dan sanak familinya dari mengais rizqi dengan
memanfaatkan kekayaan alam yang ada di bumi.
Kegiatan yang
diselenggarakan di Aula Balai Desa Banyumanis, Babinsa Koramil 12/Donorojo,
menghadiri rapat persiapan sedakah bumi yang diikuti 25 orang, pagi ini, Kamis
(11/6/2020).
Hadir dalam acara
tersebut Petinggi Desa Banyumanis, Ketua BPD Banyumanis, Perangkat Desa
Banyumanis, Ketua Adat, Dewan Kesenian dan Babinsa Desa Banyumanis.
Dalam sambutannya
Petinggi desa Banyumanis menyampaikan tradisi ritual tahunan sedekah bumi bukan
hanya sebagai rutinitas atau ritual yang sifatnya tahunan belaka. Akan tetapi
tradisi sedakah bumi mempunyai makna yang lebih dari itu.
Namun upacara
tradisional sedekah bumi ini yang sudah menjadi salah satu bagian dari
masyarakat sekarang berbeda dengan tahun-tahun yang lalu hal ini karena adanya wabah
virus covid-19.
“Untuk itu kita
harus mengikuti prosedur pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan,”
ujarnya.
Sementara Babinsa
Sertu Yajid mengharapkan kesadaran masyarakat di tengah wabah covid-19, dengan
itu, “Kita harus menerapkan pola hidup sehat dengan selalu mengunakan masker,
rajin untuk mencuci tangan dan menjaga jarak minimal 1,5 meter, hal ini
tentunya akan berbeda sedakah bumi tidak seperti sebeblum-sebelumnya yang
banyak melibatkan banyak warga, namun sekarang hanya perwakilan saja,”
pungkasnya (Pendim 0719/Jepara).

0 komentar:
Posting Komentar