Jepara - Irigasi merupakan sarana sangat penting
untuk mengairi areal persawahan yang akan ditanami padi, dengan suplai air yang
cukup tentunya tanaman padi akan tumbuh dengan subur sehingga dapat
meminimalisir petani merugi akibat gagal panen.
Kondisi
saluran irigasi yang ada saat ini banyak yang rusak dan bocor karena
sudah lama tidak diperbaiki dan rusak karena dilobangi ketam atau Yuyu, untuk
itu masyarakat melaksanakan gotong royong dengan harapan pada saat musim
penghujan ini saluran irigasi bisa berfungsi dengan baik.
Melihat
kondisi sistem pengairan sawah di desa binaannya yang kurang memadai, anggota
Koramil 08/Keling Serda M Junedi bersama dengan masyarakat Desa Kelet Kecamatan
Keling melaksanakan gotong royong perbaikan saluran irigasi, tujuannya adalah
untuk memperlancar pengairan agar air bisa sampai ke sawah saat musim kemarau
dan tidak meluap pada saat musim penghujan dan air bisa dipergunakan untuk
mengairi sawah dengan sebaik-baiknya.
Pada
kesempatan tersebut babinsa mengajak masyarakat pemilik lahan dan anggota
kelompok tani di desa binaannya untuk bergotong-royong bersih-bersih sungai.
"Dengan
gotong royong pekerjaan yang berat akan menjadi ringan, sekaligus kegiatan ini
dapat meningkatkan kerukunan dan semangat kebersamaan" ujarnya.
Sedangkan
Komandan Koramil 08/ Keling Kapten Inf Tri Yulie pada kesempatan terpisah mengatakan
bahwa babinsa harus selalu dekat dengan masyarakat dan bisa membantu kesulitan
warga desa binaannya.
“Saya
selalu menekankan kepada para Babinsa agar benar-benar peduli terhadap kondisi
di wilayahnya, terutama wilayah yang memiliki lahan pertanian luas, karena
secara otomatis sebagian besar warganya pasti sebagai petani" tutur
Danramil.
Jika
mengetahui ada jaringan irigasi yang tidak memadai, segera koordinasi dengan
kelompok tani untuk segera dilaksanakan kerja bakti. Kalau memang membutuhkan
bantuan tenaga, ajukan ke Koramil dan pasti akan dibantu, imbuhnya.

0 komentar:
Posting Komentar