![]() |
| Serka Sungatno dengan semangat memberikan pembekalan masalah Kanakalan Remaja dan Wasbang kepada 13 anak putus sekolah di Balai Desa Batukali |
Jepara
– Semakin banyaknya anak-anak muda yang salah dalam pergaulan, terlebih tidak
sedikit dari mereka yang melakukan tindak kriminal, membuat pemerintah desa
Batukali, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara ambil tindakan.
Serka
Sungatno selaku Babinsa setempat diberikan mandat untuk memberikan pembekalan
tentang materi kenakalan remaja dan materi wawasan kebangsaan kepada 13 orang
remaja putus sekolah, warga Desa Batukali.
Didepan
remaja yang rata-rata usia 13 s.d 17 tahun dan orang tuanya, Babinsa Koramil
04/Pecangaan ini memberikan motivasi dan semangat, bahwa putus sekolah bukan
akhir dari segala-galanya. Tetapi harus dijadikan acuan untuk bagaimana caranya
agar dapat sukses.
“Jangan
malah dijadikan kesempatan untuk berbuat nakal dan menyimpang dari aturan, mabuk-mabukan,
judi, sex bebas, mencuri dan lain sebagainya. Tetapi gunakan kesempatan untuk
membantu orang tua, lebih lebih ada usaha untuk bersekolah kembali,” ujar Sungatno,
Selasa (24/12/2019).
Serka
Sungatno juga menghimbau kepada orang tua, untuk selalu memonitor tindak tanduk
putra putrinya saat diluar rumah, sehingga pergaulan anak dapat dijaga dan
dipantau dengan siapa bergaul dan sedang berbuat apa.
“Menjadi
kewajiban orang tua untuk selalu mengawasi anak-anaknya, walaupun mereka putus
sekolah. Harapan saya para orang tua tetap mengupayakan mereka untuk kembali
bersekolah. Semoga anak-anak didepan saya ini semuanya menjadi anak-anak yang
mandiri dan sukses, terhindar dari tindak kriminal,” tandasnya.
Sementara
ditemui seusai acara, Sarmani Petinggi Desa Batukali secara pribadi
menyampaikan terima kasih kepada Babinsa Sertu Sungatno atas arahan dan
pembekalan yang diberikan. Ia berharap dengan apa yang sudah disampaikan oleh
Babinsa dan Bhabinkamtibmas dapat menjadi pedoman dan acuan anak-anak warga
desanya yang putus sekolah.
“Semoga
penyampaian dari pak Babinsa bermanfaat untuk anak-anak. Dan orang tua mereka
tetap mengawasi anak-anaknya diluar rumah, sebagai upaya pencegahan dalam
pergaulan bebas,” ungkapnya. (pendim19/afid).

0 komentar:
Posting Komentar